logo

Hubungi
Dibagikan:22 April 2018

Dalam Perjalanan Turun Dari Mendaki Gunung Rinjani, Pelajar SMAN 7 Mataram Meninggal Dunia

Dalam Perjalanan Turun Dari Mendaki Gunung Rinjani, Pelajar SMAN 7 Mataram Meninggal Dunia – Fahrurrozi (19), pelajar SMAN 7 Mataram wafat dunia dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/4), sekitaran jam 13. 15 WITA.

Ditulis Pada, Kepala Resort Sembalun, Balai Taman Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Taufikurrahman menyebutkan, korban wafat dunia disangka karena kelelahan serta alami kaki keram dibarengi muntah darah serta kejang-kejang.

Mari Bergabung di Agenjudionline.me Yang Merupakan Agen Judi Online Terpercaya Dengan Bonus Deposit 10%, Bonus Referensi Rp 250.000. Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Yang Siap Melayani Anda 24 Jam Nonstop

” Jenazah korban telah dipulangkan ke tempat tinggal duka di Kelurahan Punia Saba, Kota Mataram, pada Sabtu (21/4), sekitaran jam 17. 30 WITA. Tetapi, keadaannya pernah di check oleh dokter yang kebetulan ada di pos 2 pendakian, ” tuturnya.

Pelajar yang tinggal menanti pengumuman kelulusan Ujian Nasional Berbasiskan Computer (UNBK) itu, lakukan pendakian dengan tujuh partnernya, yaitu Andre Yani, Zulkifli, Aldi, Zail, Ilham, Gilang, serta Wiwin. Mereka pergi lewat Sembalun (Bawak Nao), Kabupaten Lombok Timur, mulai sejak 18 April 2018, dengan program pendakian tiga malam.

Info yang didapat dari rekanan korban, saat tiba diantara pos 2 serta 3 pendakian yang jaraknya sekitaran lima km. dari pintu masuk pendakian Sembalun, korban mendadak alami keram dibarengi menggigil.

Sebelum Membaca Lebih Lengkap, Silahkan Hubungi CS Kami Untuk Konfirmasi PROMO Terbaru Kami

Petugas yang ada di Pos Pelawangan serta pos 2 lalu memberi info ke BTNGR lewat Resort Sembalun.

” Kami segera kirim dokter serta perawat untuk memberi pertolongan pertama pada korban yang telah ada di pos 2 pendakian. Tetapi, korban tidak dapat tertolong, ” katanya.

Jenazah korban lalu dibawa turun ke Sembalun, oleh tim dari BNTGR, dengan TNI Angkatan Darat serta anggota Polsek Sembalun, dan Edelweis Medical Help Center (EMHC), lewat Bawak Nao.

BTNGR mencatat jumlah kecelakaan pengunjung pada 2017 sejumlah 55 peristiwa, terdiri atas 38 kali berlangsung di jalur pendakian Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, serta 17 kali berlangsung di jalur Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Dari keseluruhan peristiwa kecelakaan pengunjung, sejumlah tiga orang wafat dunia.

Jadi Tunggu Apalagi? Silahkan Langsung Daftarkan Diri Anda Bersama Kami Agen Judi Online Yang Terpercaya Sejak 2008. Silahkan Isi Data Pribadi Anda Pada Form Dibawah Ini Atau Bisa Langsung Hubungi CS Kami

Powered byEMF Free Form Builder
Share