logo

Hubungi
Dibagikan:23 September 2018

Perekonomian Di Semarang Tetap Stabil, Mesti Nilai Rupiah Melemah

Perekonomian Di Semarang Tetap Stabil, Mesti Nilai Rupiah Melemah – Perang dagang Amerika serta China sudah menyebabkan pelambatan ekonomi global. Efeknya nilai mata uang di sejumlah negara berkembang juga turut turun, termasuk juga Indonesia.

Keadaan ini jelas meneror perkembangan ekonomi di beberapa daerah termasuk juga Kota Semarang. Ditambah lagi angka ketimpangan penduduk di Kota Lumpia ini sempat jadi yang paling besar waktu berlangsung krisis ekonomi global pada 2008-2009.

Mari Bergabung di Agenjudionline.me Yang Merupakan Agen Judi Online Terpercaya Dengan Bonus Deposit 10%, Bonus Referensi Rp 250.000. Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Yang Siap Melayani Anda 24 Jam Nonstop

Saat itu, angka ketimpangan pada penduduk miskin serta kaya di Kota Semarang naik tajam dari 0,26 point pada 2008 jadi 0,37 point pada 2009.

Angka itu jadi yang paling besar di Propinsi Jawa Tengah. Banding dengan Kota Solo yang cuma 0,27, Salatiga 0,29 serta Kendal 0,22.

Akan tetapi, semenjak tahun 2012 atau persisnya pada masa kepemimpinan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi diawali keadaan itu beralih.

Sebelum Membaca Lebih Lengkap, Silahkan Hubungi CS Kami Untuk Konfirmasi PROMO Terbaru Kami

Hendi, panggilan akrab Wali Kota Semarang, lakukan reformasi struktural dengan beberapa kebijakan ekonomi kerakyatan.

Diantaranya, lakukan usaha reformasi susunan konsentrasi ekonomi Kota Semarang yang sebelumnya menguasai di bidang Industri jadi lebih berkonsentasi pada bidang Perdagangan serta Layanan.

Kebijakan hentikan menambahkan lokasi industri di Kota Semarang sampai peningkatan pariwisata juga dikerjakannya.

Akhirnya waktu perlambatan ekonomi global kembali berlangsung pada 2015, Kota Semarang dapat meredam ketimpangan penduduk lebih rendah dari mulanya di angka 0,31. Capaian ini dibawah Solo dengan 0,36, Salatiga 0,35 serta Kendal 0,34.

Catatan ketimpangan penduduk miskin serta kaya di Kota Semarang pada tahun 2015 itu bahkan juga jadi salah satunya yang paling rendah pada Propinsi Jawa Tengah.

Tidak cuma di tingkat Propinsi Jawa Tengah, catatan Gini Rasio (ketimpangan) Kota Semarang pada 2015 lebih baik dari kota-kota besar di Indonesia.

Contohnya Kota Surabaya yang melompat jauh ketimpangan masyarakatnya di angka 0,42, Kota Denpasar yang naik di angka 0,35, Bandung yang ketimpangannya makin kronis di angka 0,44.

Tidak hanya angka ketimpangan yang trennya positif, penurunan angka kemiskinan di Kota Semarang semenjak Hendi menjabat Wali Kota juga tampak.

Data Tubuh Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan di Kota Semarang alami penurunan dari 5,25 % pada 2013 jadi 4,62 % pada 2017.

Bahkan juga indeks keparahan kemiskinan di Kota Semarang terdaftar begitu kecil yakni cuma 0,12 %. Indeks ini memvisualisasikan ketimpangan pengeluaran masyarakat miskin serta kaya makin kecil.

Mengenai untuk tahun 2018, keadaan ekonomi kota itu juga konstan. Hendi menyampaikan hal seperti ini tampak dari nilai inflasi pada Bulan Ramadhan tahun ini.

“Pertama kali dalam histori jika saat Bulan Ramadhan lantas, inflasi di Kota Semarang malah turun. Harga-harga juga konstan, ini menunjukkan bagaimana kuat serta kuatnya ekonomi kami sekarang ini,” tutur Hendi seperti tercatat dalam info sah yang Kompas.com terima, Selasa (18/9/2018).

Apakah yang dijelaskan Hendi mengacu pada data BPS. Berdasar pada catatan instansi itu inflasi Kota Semarang waktu Ramadhan tahun ini pada bulan Mei 2018 ada di angka – (minus) 0,09 %.

Walau sebenarnya, dua tahun awal mulanya waktu Ramadhan berjalan di bulan Juni 2016, inflasi Kota Semarang terdaftar sangat tinggi pada angka 1,05 %. Lalu pada 2017 di periode yang sama alami penurunan jadi 0,37 %.

Dengan nilai inflasi dibawah 0 % itu trend harga-harga komoditas di Kota Semarang untuk kali pertamanya dalam histori bisa alami penurunan positif.

“Kita bicaranya data saja, jika disebutkan ada orang yang miliki usaha lantas tidak berhasil, atau bahkan ada penduduk miskin yang masih tetap sulit hidupnya ya tentu ada, “ kata Hendi.

Hendi memberikan, angka kemiskinan sebesar 4,6 % bukan jumlahnya yang dikit. Akan tetapi, jika bicara makin banyak masyarakat Kota Semarng yang makin bertambah miskin nantikan dahulu. Ini sebab data BPS tidak tunjukkan semacam itu serta optimisme mesti selalu dibangun.

“Insya Allah kecemasan mengenai terdapatnya gejolak ekonomi di Indonesia, terutamanya Kota Semarang dalam keadaan perlambatan ekonomi global ini akan tidak berlangsung,” papar Wali Kota Semarang yang orang politik PDI Perjuangan ini.

Karena, lanjut dia, seperti yang telah dibicarakan dalam G-20, jika trend kenaikan nilai ganti Rupiah sebab Bank Sentra Amerika meningkatkan suku bunga. Sedang itu. di lain sisi keadaan ekonomi domestik masih tetap kuat serta kuat.

Jadi Tunggu Apalagi? Silahkan Langsung Daftarkan Diri Anda Bersama Kami Agen Judi Online Yang Terpercaya Sejak 2008. Silahkan Isi Data Pribadi Anda Pada Form Dibawah Ini Atau Bisa Langsung Hubungi CS Kami

Powered byEMF Free Form Builder
Share