logo

Hubungi
Dibagikan:05 March 2019

Pro Serta Kontra Kepemilikan Saham Pemprov DKI Jakarta Di Produsen Angker Bir PT Delta Djakarta Tbk

Pro Serta Kontra Kepemilikan Saham Pemprov DKI Jakarta Di Produsen Angker Bir PT Delta Djakarta Tbk – Pro serta kontra kepemilikan saham Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta di produsen Angker Bir PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) masuk set baru. Awal mulanya, rumor kepemilikan saham Pemprov DKI yang awalannya 23,33% naik jadi 26,25% di perusahaan itu sudah sempat muncul ke publik.

Berdasar pada keterbukaan Bursa Dampak Indonesia (BEI) seperti diambil Senin (4/3/2019), saham Pemprov DKI sekarang ini terdaftar 210,2 juta lembar saham, atau bertambah dari mulanya sekitar 186,8 juta saham.

Mari Bergabung di Agenjudionline.me Yang Merupakan Agen Judi Online Terpercaya Dengan Bonus Deposit 10%, Bonus Referensi Rp 250.000. Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Yang Siap Melayani Anda 24 Jam Nonstop

Sesaat, berdasar pada info Pemprov DKI, jumlahnya saham di DLTA pada tahun 1970 sebesar 23,34%. Lalu, ditambah punya Tubuh Pengelola Investasi Penanaman Modal DKI Jakarta (BP IPM Jaya) yang punya Pemprov DKI sebesar 2,91%

Lalu, pada tahun 2000 BP IPM Jaya dibubarkan. Setelah itu, kepemilikan saham atas nama Pemprov DKI terdaftar jadi 26,25% di tahun 2019.

“Menambahkan nilai saham adalah penyatuan saham atas nama Pemprov DKI serta BP IMP Jaya yang disebut salah satunya Unit Kerja Pemprov DKI, tetapi telah dibubarkan tahun 2000,” catat info Pemprov DKI.

Sebelum Membaca Lebih Lengkap, Silahkan Hubungi CS Kami Untuk Konfirmasi PROMO Terbaru Kami

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyanggah jika Pemprov DKI akan meningkatkan kepemilikan saham di PT Delta Djakarta. Anies menjelaskan Pemprov DKI tidak ada meningkatkan selembar saham juga dari perusahaan produsen Anker Bir itu.

“Tidak benar. Berita yang tersebar telah diralat oleh jurnalisnya. Yang benar ialah saham-saham Pemprov DKI yang sampai kini terpecah dikombinasi ke bawah satu nama, untuk nanti di jual. Tidak ada menambahkan satu lembar juga,” demikian kata Anies yang diambil sesuai dengan tulisan dalam account Twitter-nya, Sabtu (2/3).

Janji untuk jual saham Pemprov DKI di produsen Angker Bir PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) memang sudah sempat disampaikan Anies waktu waktu kampanye Pilgub DKI kemarin. Waktu lalu, Anies menjelaskan banyak investor yang tertarik beli saham Anker Beer yang akan dilepaskan Pemprov DKI. Akan tetapi ia tidak menuturkan dengan spesifik.

“Delta kita tengah analisis untuk kita akan terlepas, tetapi hasilnya masih tetap analisis. Semoga Maret telah tuntas,” kata Anies, Rabu (2/1).

Akan tetapi sampai sekarang, Anies belumlah menyarankan penjualan saham PT Delta Djakarta Tbk. Proses penjualan saham perusahaan produsen Anker Beer itu masih tetap dibicarakan di kelompok internal Pemprov DKI.

“Jadi untuk beberapa langkah proses penjualan saham itu kan tidak langsung bisa. Pertama, kita tentukan angka pendamping untuk tehnis penjualan saham, finance-nya harus juga ada,” kata Asisten Sekda DKI Jakarta Bagian Perekonomian serta Keuangan Sri Haryati pada wartawan, Senin (4/3).

Sri mengutamakan pentingnya pertimbangan serta analisis beberapa hal tehnis sebelum saran penjualan saham PT Delta Jakarta dibawa ke DPRD DKI.

“Saya mesti yakinkan dahulu, dari beberapa item yang jadi kita mesti lihat dari sisi teknisnya. Manajemen resiko ekonomi. Semua mesti kita kerjakan yang tentu kita akan kerjakan percepatan, mereka akan uraikan,” tutur ia.

Selain itu, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Santoso pastikan belumlah ada surat saran yang hadir ke anggota dewan. Ia menjelaskan pelepasan saham mesti sesuai dengan kesepakatan DPRD DKI Jakarta.

“Pelepasan saham mesti persetujuan dibanding dengan semua anggota,” ucapnya.Selain itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Pras) menjelaskan tetap akan menampik penjualan saham produsen Anker Bir PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Pras menjelaskan tidak ada keuntungan bermakna dari penjualan saham bir itu.

“Disebutkan satu tahun bisa Rp 50 miliar, selalu ingin di jual Rp 1 triliun. Kita makan riba, itu untuk saya. Saya menjadi orang Muslim, ya minta maaf ya, lebih jahat riba dibanding orang minum bir. Coba itu dipikirkan kembali lah,” kata Pras di kantornya, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).

Mencuplik data perdagangan RTI, saham DLTA diperjualbelikan di Rp 5.500 per lembarnya. Pemprov DKI Jakarta sekarang ini menggenggam 186.846.000 juta lembar saham produsen Anker Bir, atau sama dengan 23,3%. Sesaat bekasnya dipegang oleh San Miguel Malaysia Pte sekitar 58,3% serta publik 18,3%.

Dengan anggapan itu, Bila Anies jual kepemilikan saham pada harga perdagangan ini hari jadi besaran dana yang dapat didapat dari tindakan penjualan saham itu dapat sampai Rp 1.027.653.000.000, atau Rp 1 triliun bila dibulatkan.

Jadi Tunggu Apalagi? Silahkan Langsung Daftarkan Diri Anda Bersama Kami Agen Judi Online Yang Terpercaya Sejak 2008. Silahkan Isi Data Pribadi Anda Pada Form Dibawah Ini Atau Bisa Langsung Hubungi CS Kami

Powered byEMF Free Form Builder
Share