logo

Hubungi
Dibagikan:26 July 2018

Tak Mau Dijodohkan, Seorang Teknisi PLN Ditemukan Tewas Gantung Diri

Tak Mau Dijodohkan, Seorang Teknisi PLN Ditemukan Tewas Gantung Diri – Angga Risty Pratama (24), seseorang teknisi PLN diketemukan meninggal di kamar kosnya di Ploso Timur Gang 33, Kelurahan Pacarkembang, Tambaksari. Sebelum gantung diri, Angga sudah sempat tinggalkan pesan pada ke-2 orang tuanya.

Bapak Angga, Muhammad Karli (48) bercerita bila sebelum wafat, putranya sudah sempat kirim pesan singkat

Mari Bergabung di Agenjudionline.me Yang Merupakan Agen Judi Online Terpercaya Dengan Bonus Deposit 10%, Bonus Referensi Rp 250.000. Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Yang Siap Melayani Anda 24 Jam Nonstop

Dalam pesan itu, ia mengakui tidak dapat pulang ke Srengat, Blitar untuk ikuti latihan akad nikah (rapak) di KUA Blitar yang sedianya akan dikerjakan pada tanggal 30 Juli 2018.

” Sepurane bu saya tidak isok balik. Ojok sms ojok telpon disek hapeku tidak pateni. (Minta maaf bu saya tidak dapat pulang. Janganlah SMS, janganlah telephone dahulu handphone saya matikan, red), ” papar Karli pada wartawan di Polsek Tambaksari, Rabu (25/7/2018).

Tahu hal tersebut, Karli mengambil keputusan untuk mendatangi indekos korban di Surabaya. Akan tetapi demikian tiba, kedua-duanya tidak menjumpai korban. Bahkan juga Karli serta istrinya, Sulastri (41) sudah sempat mendatangi kantor PLN Ploso, tempat anaknya bekerja.

Sebelum Membaca Lebih Lengkap, Silahkan Hubungi CS Kami Untuk Konfirmasi PROMO Terbaru Kami

” Kita hadir ke kosannya tidak ada. Lalu kita kunjungi kantor PLN Ploso tempat anak saya kerja. Tetapi tuturnya masih tetap bekerja di Lombok, NTB, ” papar Karli sambil menyeka air mata.

Ke-2 orangtua Angga pulalah yang temukan jasad Angga dalam kondisi gantung diri didalam kamar.

” Lalu ibunya mencari serta sudah sempat lihat melalui sela-sela jendela. Ibunya merasakan anaknya dalam keadaan gantung diri. Kemudian mereka secara langsung melapor ke kantor polisi, ” papar Suprayitno.

Polisi yang mendapat laporan itu secara langsung mendatangi tempat. ” Kami masuk serta dilihat ke-2 orangtua korban serta piranti kelurahan. Sesudah dicek tidak ada pertanda penganiayaan. Sedang simpul talinya simpul hidup. Tangga yang dipakai naik juga ada di tempat serta ada pertanda terpleset di tembok, ” papar Suprayitno.

Berkaitan pendapat perjodohan yang mengakibatkan korban gantung diri, Karli mengakui sebelumnya sang anak tidak menampik. Akan tetapi mereka tidak tahu tentu apa yang membuat Angga beralih pikiran.

” Iya akan dijodohkan. Tetapi tidak menampik. Awal mulanya saya telpon serta SMS tidak bales benar-benar. Jadi kami cemas, kami nyusul kesini, ” kata Karli.

Disadari Karli, putranya itu juga condong tertutup. ” Anaknya itu peka serta jika ada apa-apa ndak ingin narasi, dipendam sendiri, ” imbuhnya.

Jadi Tunggu Apalagi? Silahkan Langsung Daftarkan Diri Anda Bersama Kami Agen Judi Online Yang Terpercaya Sejak 2008. Silahkan Isi Data Pribadi Anda Pada Form Dibawah Ini Atau Bisa Langsung Hubungi CS Kami

Powered byEMF Free Form Builder
Share