logo

Hubungi
Dibagikan:04 February 2019

Yaya Terbukti Bersalah Berkongkalikong Dengan Bekas Anggota DPR Amin Santono

Yaya Terbukti Bersalah Berkongkalikong Dengan Bekas Anggota DPR Amin Santono – Bekas petinggi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo divonis 6,5 tahun penjara serta denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan. Yaya bisa dibuktikan bersalah berkongkalikong dengan bekas anggota DPR Amin Santono supaya Kabupaten Lampung Tengah mendapat alokasi penambahan budget dari APBN tahun 2018.

“Menjelaskan terdakwa Yaya Purnomo udah bisa dibuktikan lewat cara resmi serta memberikan keyakinan menurut hukum bersalah lakukan tindak pidana korupsi lewat cara saling bersama serta berbuntut,” kata ketua majelis hakim Bambang Hermanto waktu membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Mari Bergabung di Agenjudionline.me Yang Merupakan Agen Judi Online Terpercaya Dengan Bonus Deposit 10%, Bonus Referensi Rp 250.000. Silahkan Langsung Hubungi CS Kami Yang Siap Melayani Anda 24 Jam Nonstop

Hakim menyebutkan Yaya Purnomo berusaha supaya Kabupaten Lampung Tengah mendapat alokasi budget yg bersumber dari Dana Alokasi Teristimewa (DAK) serta Dana Dorongan Daerah (DID) dari APBN 2018.

Waktu itu Yaya menjabat Kepala Seksi Peningkatan Permodalan Daerah Perumahan serta Pemukiman pada Direktorat Pelajari Pengurusan serta Info Keuangan Daerah pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu.

Uang di terima Yaya dari Bupati Lampung Tengah Mustafa lewat Eka Kamaludin. Uang itu disediakan Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman selesai di setujui proposal permintaan budget itu.

Sebelum Membaca Lebih Lengkap, Silahkan Hubungi CS Kami Untuk Konfirmasi PROMO Terbaru Kami

“Terdakwa terima sisi dari Eka Kamaluddin sebesar Rp 300 juta dalam 2x penerimaan, yg pertama diserahkan di Rumah Makan Es Teler 77 serta ke-2 dikasihkan di parkiran Kemenkeu,” papar hakim.

Yaya bertindak memperkenalkan penghubung suap Eka Kamaludin pada Rifa Surya, yg waktu itu menjabat Kepala Seksi Rencana DAK Nonfisik. Dari sana mereka mendapat akses buat lihat rincian alokasi DAK.

Diluar itu, Yaya bisa dibuktikan terima gratifikasi. Penerimaan itu terkait dengan layanan Yaya bersama-sama Rifa Surya menjanjikan delapan daerah mendapat alokasi budget di DAK serta DID APBN tahun 2018.

Delapan daerah itu merupakan Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Kampar, Kota Dumai, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kota Balikpapan, Kabupaten Karimun, Kota Tasikmalaya, serta Kabupaten Tabanan.

Yaya terima gratifikasi berbentuk uang seluruh Rp 6,5 miliar, USD 53 ribu, serta SGD 325 ribu, yg tdk terkait dengan jabatan serta yg terbalik dengan kewajibannya atau pekerjaannya. Asset gratifikasi ini dimaksud disimpan di Apartemen Capital, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Diluar itu, asset tanah serta bangunan yg dipunyai Yaya, seperti di Jl Graha Kusuma, Jalan Dago Mawar II Nomer 11 Resort Dago Ahli, Bandung, menurut SHM 1369 di Jalan Dago Ahli Mawar sejumlah Rp 2,9 miliar, dipercaya salah satunya bukti suap.

“Rumah di Dago seharga kurang-lebih Rp 2 miliar sebab terdakwa tdk dapat menunjukkan dari sumber yg resmi, karena itu asset ini mesti dikatakan menjadi suap,” kata hakim.

Yaya bisa dibuktikan melanggar Masalah 12B Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 seperti udah di ubah dengan Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2001 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Masalah 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Masalah 65 ayat 1 KUHP.

Atas vonis itu, Yaya terima putusan majelis hakim, dan jaksa KPK berpikir-pikir buat tentukan langkah hukum lalu.

Jadi Tunggu Apalagi? Silahkan Langsung Daftarkan Diri Anda Bersama Kami Agen Judi Online Yang Terpercaya Sejak 2008. Silahkan Isi Data Pribadi Anda Pada Form Dibawah Ini Atau Bisa Langsung Hubungi CS Kami

Powered byEMF Free Form Builder
Share